5 Pasar Hewan di Jogja yang Wajib Dikunjungi

5 Pasar Hewan di Jogja yang Wajib Dikunjungi

5 Pasar Hewan di Jogja yang Wajib Dikunjungi Peternak Sapi – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dapat dikatakan sebagai salah satu ‘lumbung ternak’ di Indonesia. Terdapat beberapa pusat ternak sapi yang bisa menjadi perhatian para pelaku industri peternakan. Kuantitas dan kualitas ternak menjadi perhitungan para calon pembeli. Oleh karenanya, calon pembeli harus jeli di mana tempat yang cocok untuk tempat suplai ternak sapi. Berikut 5 pilihan pasar hewan di DIY yang wajib dikunjungi dan dapat menjadi referensi untuk membeli ternak sap

1. Pasar Hewan Ambarketawang

Salah satu tempat andalan suplai sapi lokal di Sleman adalah Pasar Hewan Ambarketawang. Lokasi pasar hewan Ambarketawang adalah di Ambarketawang, Gamping, Sleman. Mengutip dari sakadoci.com, jenis sapi yang diperdagangkan di pasar hewan Ambarketawang adalah jenis Limosine, Simmental dan jenis sapi Peranakan Ongole (PO). Mulai dari pedet jantan atau betina hingga sapi dewasa siap potong ada di pasar hewan ini. Pasar Hewan Ambarketawang buka setiap Pahing. .

2. Pasar Hewan Imogiri

Pasar Hewan Imogiri adalah hewan terbesar di Bantul. Pasar hewan ini terletak di daerah Dipan, Karangtalun, Imogiri, Bantul. Pasar yang buka setiap Legi ini memiliki fasilitas lengkap dan tempat parkir yang luas. Dilansir dari kusnantokarsan.com,  di dalam pasar juga terdapat Pusat Kesehatan Hewan Imogiri di bawah Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul. Para pemilik hewan bisa memeriksakan hewan piaraannya di sini.

Pasar ini memperdagangkan bermacam jenis sapi mulai dari pedet hingga sapi siap potong jantan maupun betina. Jenis sapi yang dijual mulai dari Limousine, Simmental, PO, dan sapi crossing atau sapi hasil perkawinan silang.

3. Pasar Hewan Siyono Harjo

Gunung Kidul juga memiliki sentra suplai sapi yang cukup besar dan dapat menjadi pilihan para peternak, yaitu pasar Siyono Harjo. Pasar Hewan Siyono Harjo terletak di Bulak Sepat Dusun Siyono Tengah, Desa Logandeng, Kecamatan Playen.

Menukil dari sakadoci.com, pasar hewan ini memiliki luas areal yang lumayan besar yaitu 5 hektar. Pasar hewan Siyono Harjo buka setiap Wage. Pasar selalu penuh dengan dagangan hewan dari Gunungkidul.  Para pembeli dari luar DIY juga turut memenuhi pasar.

Sapi yang dijual kebanyakan berasal dari wilayah Gunungkidul sebelah selatan, seperti Saptosari, Tanjungsari, Paliyan, Panggang. Semua jenis sapi seperti Jawa, Limosin, dan Simmental dijual di Pasar Siyono Harjo. Pasar juga memiliki perputaran omset sapi yang mencapai nilai milyaran rupiah tiap hari pasarannya.

5. Pasar Munggi

Pasar Munggi adalah pasar hewan terbesar kedua setelah Pasar Siyono di Kecamatan Siyono. Dilansir dari teamtouring.net, pasar yang telah berdiri sejak tahun 1964 ini berlokasi di Munggi, Semanu, Gunungkidul. Layaknya pasar tradisional yang lain, Pasar Munggi juga mempunyai hari buka yang disesuaikan dengan penanggalan Jawa (pasaran Jawa). Pasar ini buka pada setiap pasaran Kliwon.
Salah satu keistimewaan di Pasar Munggi adalah berlakunya tradisi yang dikenal sebagai “koin panjer”. “Koin panjer” merupakan kepingan mata uang (biasanya sebesar Rp 100,00) yang diberikan oleh pembeli kepada penjual sebagai tanda jadi. Hewan yang telah ditandai dengan “koin panjer” berarti masih dalam tahap negosiasi sampai ada penawaran yang lebih tinggi. Jika ternyata terdapat pembeli lain yang berani menawar dengan harga yang lebih tinggi, maka “koin panjer” tidak berlaku lagi dan penjual wajib mengembalikan “koin panjer” kepada pembeli.

6. Pasar Hewan Pakem

Pasar Hewan Pakem juga merupakan salah satu pilihan untuk menjadi tempat suplai sapi. Pasar ini terletak di Tegal Pakembinangun, Pakem, Sleman. Dikutip dari sakadoci.com, luas area pasar mencapai 400 meter persegi. Seperti pasar-pasar tradisional lainnya, pasar ini juga menggunakan tanggal Jawa untuk menjadi hari buka pasar. Para pembeli dapat mengunjungi pasar ini setiap Legi.

 

Sumber gambar:

infopublik.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *