Cara Memilih Investasi Agribisnis Pertamamu

Cara Memilih Investasi Agribisnis Pertamamu

Cara Memilih Investasi Agribisnis Pertamamu – Beberapa waktu ini banyak pengelola investasi yang menawarkan produk investasi di bidang agribisnis. Munculnya banyak varian produk investasi di Indonesia menunjukkan bahwa perkembangan bisnis di sektor ini cukup menjanjikan. Berinvestasi di sektor agribisnis berbeda dengan berinvestasi di pasar modal. Investasi agribisnis memungkinkan untuk dapat secara langsung mengembangkan ekonomi masyarakat yang bergerak di bidang pertanian dan peternakan. Pemilik lahan, pengelolaan modal dan investor akan sama-sama mendapatkan keuntungan dari bagi hasil usaha.

Bagi kamu yang mulai tertarik untuk berinvestasi di sektor ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

1.   Menentukan pengelola investasi

Menentukan pengelola investasi yang tepat sangat mempengaruhi keberhasilan investasi. Perhatikan portofolio pengelola investasi yang meliputi profil pengelola lapangan, riwayat pengembalian dana investasi, dan besar proyek agribisnis yang dikelola. Perhatikan kelengkapan data tersebut sebagai salah satu standar kepercayaan pada pengelola investasi. Selain memperhatikan data tersebut dapat juga didukung dengan review dari para investor yang pernah menanamkan modal yang dapat ditemukan melalui media sosial ataupun mesin pencari.

2.  Risiko

Berinvestasi di sektor agribisnis merupakan investasi yang bergerak di sektor riil yang juga memiliki resiko kehilangan modal. Pelajari proposal investasi atau prospektus untuk melihat profil proyek investasi dan resikonya. Teliti siapa yang mengelola lahan, jenis komoditas, dan risiko langsung maupun tidak langsung. Curigai pengelola investasi yang tidak mencantumkan risiko berinvestasi di sektor agribisnis. Pentingnya pengetahuan dasar mengenai komoditas pengembangan pertanian maupun peternakan dapat membantumu dalam menentukan produk investasi yang sesuai dengan risiko yang dapat ditanggung.

3.  Jangka waktu

Bagi pemula, pilihlah investasi jangka pendek dengan pengembalian investasi (Return of Investment) yang sedang. Hal ini penting untuk melakukan penilaian awal terhadap performa pengelola investasi. Jangan terlalu terburu-buru untuk langsung menanamkan modal dalam jumlah banyak di waktu yang lama. Pilihan investasi dengan pengembalian pada 3-12 bulan merupakan pilihan yang tepat. Setelah merasa yakin dan pengelola investasi terbukti memiliki pengelolaan yang baik mulai bertahap untuk meningkatkan dana dan lama investasi. 

4.   Pengembalian investasi

Rata-rata pengembalian investasi untuk sektor agribisnis sangat jarang melebihi pengembalian 50% dari modal investasi. Pengembalian normal akan berkisar 20-25%. Kebanyakan usaha agribisnis memiliki pengembalian modal sejumlah belasan persen per tahunnya. Waspadai pengelola investasi yang menawarkan pengembalian yang tidak wajar.

 

BACA:  Investasi Buat Mudikmu Tenang Tanpa Drama

Empat hal diatas adalah hal standar untuk menilai produk investasi. Penting untuk melakukan pengecekan secara menyeluruh agar aman dan memberikan transparansi. Salah satu pengelola investasi yang dapat memberikan keamanan dan amanah dalam pengelolaan dana adalah Bantuternak. Bantuternak merupakan pengelola investasi yang bergerak di sektor peternakan. Memberikan pelayanan yang transparan dan pendampingan peternakan kepada peternak mitra sehingga dapat menurunkan risiko. Mari berkembang bersama dengan berinvestasi di Bantuternak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *