Menelusuri Dibalik Hikmah Berinvestasi

Menelusuri Dibalik Hikmah Berinvestasi

Hikmah Berinvestasi – Islam mengajarkan kepada umatnya untuk memperoleh kehidupan yang baik di dunia ataupun di akhirat. Karena, lewat kehidupan yang baik, kesejahteraan lahir batin pun dapat dicapai. Salah satu kiat yang dapat ditempuh umat Islam adalah dengan berinvestasi. Hikmah Berinvestasi ini lah yang kelak akan mengantarkan manusia memperoleh kesejahteraan.

Investasi berasal dari kata invest, yang dalam bahasa Inggris bermakna menanam. Sebutan lain dari bahasa Arab ialah Ististmar, menjadikannnya berbuah atau bertambah. Di dunia pasar modal, investasi berarti bentuk penanaman modal dalam suatu proyek untuk memperoleh keuntungan. Namun, investasi juga merupakan suatu bentuk pekerjaan yang beresiko. Karena, investasi akan berujung pada dua hal yang belum pasti. Apakah rugi atau untung?

Oleh karena itu, untuk mengendalikan manusia dari perbuatan yang membahayakan investor, Islam telah memberi rambu-rambu dalam berinvestasi. Adapun rambu-rambu tersebut seperti larangan mencari rizki pada hal yang haram. Baik pengelola modal dan penanam modal harus melaksanakan transaksi dengan asas ridha sama ridha. Investasi dalam Islam pun melarang adanya tindakan riba, perjudian hingga ketidakjelasan (samar-samar) dalam berinvestasi.

Islam sendiri telah memiliki landasan kuat berupa ayat Al-Qur’an yang berisi anjuran beserta hikmah berinvestasi :

Q.S Al-Hasyr : 18

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Untuk menyongsong hari esok, umat muslim dianjurkan untuk berorientasi pada kegiatan ekonomi seperti menabung atau berinvestasi. Hal ini bisa mengantarkan manfaat bagi umat umat muslim di masa yang akan datang. Selain itu, berinvestasi dapat dijadikan sebagai jalan untuk mendapatkan ridho Allah SWT sekaligus bekal di akhirat kelak.

BACA:  Mengenal Jenis Investasi Syariah
Q.S Lukman : 34

إِنَّ اللَّهَ عِندَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Sesungguhnya di sisi Allah pengetahuan yang tepat tentang hari kiamat. Dan Dia lah jua yang menurunkan hujan, dan yang mengetahui dengan sebenar-benarnya tentang apa yang ada dalam rahim (ibu yang mengandung). Dan tiada seseorang pun yang betul mengetahui apa yang akan diusahakannya esok (sama ada baik atau jahat); dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi negeri manakah ia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, lagi Amat Meliputi pengetahuanNya.

Tak ada satupun makhluk di dunia ini yang bisa memprediksi hari esok, kecuali zat Yang Maha Kuasa Allah SWT. Oleh sebab itu, Allah memerintahkan umat Islam untuk berusaha. Investasi dapat dijadikan usaha untuk menghadapi masa depan yang berum pasti. Ayat diatas, Allah secara tegas menyatakan bahwa tiada seorangpun di dunia ini yang bisa mengetahui apa yang akan diperbuat atau diusahakan serta peristiwa apa yang akan terjadi besok. Karena ketidaktahuan tersebut maka manusia diperintahkan berusaha, salah satunya dengan cara berinvestasi. Hasilnya akan bagaimana, baik itu untung ataupun rugi hanya Allah SWT yang tahu. Yang terpenting adalah niat ataupun tujuan berinvestasi tersebut adalah memperoleh ridha dari Allah semata.

Q.S. Al-Baqarah : 261

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Mesikpun secara eksplisit menjelaskan hikmah berinvestasi, ayat diatas menyatakan dengan jelas keuntungan dari seseorang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah. Jika infaq seorang muslim diinvestasikan lalu disalurkan kepada orang lain yang membutuhkan, kelak infaqnya lah yang menyelamatkannya dari kehidupan di dunia dan akhirat. Allah akan melipatgandakan hartanya dengan perumpamaan sebutir benih yang memiliki 7 bulir, yang ditiap bulirnya terdapat 100 biji. Kesimpulannya, selain untung finansial, seseorang yang mendermakan hartanya di jalan Allah pasti akan dijamin kehidupan yang bahagia di akhirat kelak.

BACA:  Cara Memilih Investasi Agribisnis Pertamamu

Investasi merupakan kegiatan finansial dengan beragam hikmah dalam kehidupan sesesorang. Investasi pun dijadikan bekal bagi seseorang untuk mempersiapkan kehidupan di masa yang akan datang. Kamu bisa memulai investasimu di Bantuternak dengan memberikan modal bagi peternak rakyat menggemukan ternaknya. Sistem Investasi Syariah yang digunakan Bantuternak tidak akan merugikan pihak manapun. Bagi hasil keuntungan  pun sudah disepakati sebelumnya yaitu : 50% peternak ; 30% investor dan 20% managemen bantuternak. Ayo mulai investasimu hari ini untuk panen keuntungan di kemudian hari!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *