Investasi : Jurus Jitu Cina Penuhi Konsumsi Daging Domestik

Investasi : Jurus Jitu Cina Penuhi Konsumsi Daging Domestik

“ Cina adalah raksasa yang tertidur. Biarkanlah ia tertidur, karena ketika ia terbangun maka ia akan menggetarkan dunia”.

-Napoleon Bonaparte-

Tingginya Kebutuhan Konsumsi Daging di Negeri Tirai Bambu

Di tahun 2019 penduduk Cina mencapai angka 1,4 milyar jiwa atau 5 kali lebih besar dari penduduk Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, angka konsumsi daging di negara ini pun terus meningkat tiap tahunnya. Dalam kurun waktu satu tahun, konsumsi daging di negara ini mampu mencapai angka 39,4 kilogram. Tingginya kebutuhan konsumsi nampak nya tidak sebanding dengan hasil produksi peternakan di negara ini. Lahan subur yang dimiliki Cina kini telah berganti dengan lahan pabrik guna kebutuhan produksi di pasar industri.

Investasi : Kiat Cina Penuhi Kebutuhan lokal

Pemerintah Cina gencar mengembangkan teknologi pertanian dan peternakan. Hal ini sejalan dengan cita-cita Cina untuk menjadi lumbung pangan terbesar di dunia. Di tengah-tengah kesulitan negara ini dalam mengelola lahan pertanian, Cina mulai melirik beberapa negara miskin yang kaya akan sumber daya alam namun kurang dalam segi pengolahan lahan

Cina tertarik untuk melakukan investasi dengan membeli atau menyewa lahan pertanian di negara berkembang. Menurut data statistik American Enterprise Institute dan Heritage Foundation, investasi Cina dalam bidang pertanian mencapai 95 dolar sejak 2010. Contohnya, di tahun 2016 Cina telah membeli salah satu lahan pertanian Australia yang memiliki 185.000 sapi. Cina pun menguasai 2,5 persen lahan di negara itu. Selanjutnya, salah satu perusahaan di Cina yaitu Brightfood telah membeli peternakan susu sapi di Selandia Baru. Hasilnya pun berupa produk olahan susu yang terkenal di masyarakat Cina. Untuk penuhi kebutuhan daging, negara ini berani untuk membeli produsen daging sapi terbesar di Amerika. Salah satunya adalah langkah yang dilakukan WH grup atau Shanghai International Holding dalam membeli Amerika Smithfield Foods.

Potensi Indonesia Sebagai Pengekspor Daging Dunia

Peningkatan penduduk dunia merupakan potensi pasar daging sapi di dunia. Hal ini diiringi dengan jumlah konsumsi daging yang tak pernah turun. Indonesia berpotensi menjadi negara pengekspor daging di dunia. Mengapa? Lahan pertanian yang luas dan iklim tropis dimiliki Indonesia mampu mendukung lahan peternakan yang ada. Tidak menutup kemungkinan, selain produksi untuk kebutuhan masyarakat, Indonesia juga mampu menjadi negara pengekspor daging.

Namun, kita harus mencari tahu terlebih dahulu solusi dalam permasalahan yang dihadapi para peternak rakyat. Usaha peternak rakyat kebanyakan terkendala oleh permasalahan permodalan dan juga teknologi. Beberapa sistem permodalan atau sentuhan teknologi memang sudah ada,  namun belum sepenuhnya meningkatkan produktivitas. Usaha ternak rakyat pun masih banyak yang dikembangkan dengan sistem ternak tradisional dan minim modal.

Bantuternak, Solusi bagi Peternak Rakyat.

Dalam mengatasi permasalahan diatas, kini muncul banyak startup di Indonesia yang mengajak masyarakat untuk mau berinvestasi di bidang agribisnis. Salah satunya adalah Bantuternak. Sebagai platform digital dalam bidang investasi, Bantuternak mampu mengenalkan kepada masyarakat bahwa sistem investasi dapat dilakukan dengan mudah. Investor dapat membantu modal peternak di awal dan mengikuti perkembangan ternak di periode penggemukan. Laporan perkembangan dan keuangan pun telah disajikan secara detail. Ternak yang digemukkan pun mendapat pengawasan langsung dari tenaga ahli. Hal ini menjamin kesehatan ternak. Wujudkan harapan Indonesia sebagai produsen dan pengekspor daging dunia dengan mulai berinvestasi di Bantuternak. Perekonomian rakyat terbantu, kamu pun untung dengan berinvestasi!

 

 

BACA:  Sukuk Sebagai Instrumen Pembiayaan Berasas Syariah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *