Mengenal Penananaman Modal Asing untuk Peternakan

Mengenal Penananaman Modal Asing untuk Peternakan

Mengenal Penananaman Modal Asing untuk Peternakan – Pemerintah membuka lebar kesempatan untuk berinvestasi di bidang peternakan Indonesia. Hal ini diperkuat dengan adanya regulasi yang mempermudah penanaman saham salah satunya melalui Penanaman Modal Asing (PMA). Undang-undang Penanaman Modal mendefinisikan PMA adalah kegiatan menanam modal untuk melakukan usaha di wilayah negara Republik Indonesia yang dilakukan oleh penanam modal asing. Dalam hal ini baik yang menggunakan modal asing sepenuhnya maupun yang berpatungan dengan penanam modal dalam negeri. Penanam modal asing adalah perseorangan warga negara asing, badan usaha asing, dan/atau pemerintah asing yang melakukan penanaman modal di Indonesia. Sedangkan modal asing adalah modal yang dimiliki oleh negara asing, perseorangan warga negara asing, badan usaha asing, badan hukum asing, dan/atau badan hukum Indonesia yang sebagian atau seluruh modalnya dimiliki oleh pihak asing.

Penanaman modal asing wajib dalam bentuk Perseroan Terbatas (PT). PT PMA memiliki perbedaan dengan PT  lainnya. Dalam PT PMA, baik Warga Negara Asing maupun Badan Hukum Asing dapat mendirikan PT PMA di Indonesia. Namun demikian, dalam beberapa aspek bisnis yang dijalankan, PT PMA tetap membutuhkan Warga Negara Indonesia maupun Badan Hukum Indonesia untuk dapat menjalankan usahanya. Misalnya, ketentuan mengenai batasan kepemilikan saham oleh asing dalam Daftar Negatif Investasi maupun mengenai kedudukan direktur personalia. 

Peningkatan Penananaman Modal Asing Peternakan di Indonesia

Kementerian Pertanian (Kementan) menyebutkan investasi dari pihak asing untuk sektor peternakan terjadi peningkatan setiap tahunnya. Pada tahun 2017 sebesar US$ 159,7 juta naik menjadi 226,6% dibandingkan tahun 2016 yang hanya mencapai US$ 48,9 juta. Investasi PMA tahun 2018 sampai dengan triwulan II mencapai US$ 54,3 juta. Realisasi investasi PMA pada 2017 didominasi komoditas unggas 94,75%, sapi 4,05%, dan 1,2% komoditas dan jasa peternakan lainnya.

Dengan adanya investasi dari PMA khusus peternakan diusahakan agar mendorong swasembada protein yang pemerintah lakukan. Peningkatan usaha dibidang peternakan diharapkan sejalan lurus dengan banyaknya permodalan dan proyek yang dibuka untuk peternakan. Ekspansi usaha akan lebih mudah dilakukan dan menumbuhkan inovasi dalam usaha peternakan. Selain adanya PMA pemerintah juga melakukan dukungan pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Pemerintah memfasilitasi subsidi bunga kredit usaha rakyat (KUR) dengan bunga sebesar 7%, fasilitas peningkatan akses pembiayaan program kemitraan dan binaan lingkungan (BUMN), fasilitas pengurangan pajak penghasilan bagi usaha pembibitan sapi potong dan budidaya penggemukan sapi lokal berdasarkan PP no. 18 tahun 2015. Selain itu diberlakukan sistem mitigasi resiko berupa asuransi ternak sapi dan kerbau.

Bantuternak Menjadi Kontributor untuk Tingkatkan Sektor Bisnis Peternakan

Bantuternak sebagai perusahaan yang berfokus memberikan permodalan untuk peternak menyediakan akses keuangan bagi pengembangan bisnis peternakan. Perusahaan Bantuternak berupaya menjadi salah satu kontributor dalam mencapai swasembada daging di Indonesia dengan cara menjadi barometer peternakan dengan nilai bisnis yang tinggi. Permodalan menggunakan model crowdfunding dilakukan untuk mempermudah akses bagi investor dalam negeri yang bersifat umum untuk mendapatkan keuntungan bisnis di sektor peternakan. Berinvestasi di Bantuternak sama dengan membantu meningkatkan kemajuan sektor bisnis peternakan. Ayo berinvestasi di Bantuternak. Mulai dari kamu, mulai sekarang.

 

BACA:  Cari Tahu Ciri Hewan Kurban Yang Baik untuk Sempurnakan Ibadah Kurbanmu!

Referensi:

https://smartlegal.id/smarticle/2019/01/25/pendirian-pt-pma-penanaman-modal-asing/

https://nasional.kontan.co.id/news/kemtan-investasi-di-sektor-peternakan-setiap-tahun-terus-meningkat

https://www.bi.go.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *