Sukuk Sebagai Instrumen Pembiayaan Berasas Syariah

Sukuk Sebagai Instrumen Pembiayaan Berasas Syariah

Dahulu, sukuk digunakan sebagai alat untuk membayar gaji pegawai negara. Khalifah Umar bin Al-Khattab tercatat sebagai khalifah pertama yang membuat sukuk, dengan membubuhkan stempel dibawah kertas. Di zaman kontemporer, ia dipilih untuk menghindari praktik riba.  Selain itu ia juga dijadikan instrument pembiayaan bagi pengusaha atau negara yang sesuai dengan syariah.

Sukuk merupakan bentuk jamak dari kata shakk. Seiring berkembangnya waktu, penulis barat pun mengadapatasi kata shakk mejadi akar kata “cheque”. Kata inilah yang lazim digunakan dalam transaksi perbankan kontemporer. Secara terminologi, shakk diartikan catatan yang berisi perintah untuk pembayaran kepada seseoarang yang namanya telah tercatat. Sementara itu Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) mendefinisikannya sebagai surat berharga jangka panjang atas asas syariah dikeluarkan oleh emiten atau perusahaan yang mencari modal di bursa efek . Kemudian emiten membayar pendapatan kepada pemegang obligasi syariah dengan sistem bagi hasil, margin dan fee. Emiten pun berkewajiban untuk membayar dana obligasi setelah jatuh tempo.

Karakteristik sukuk atau obligasi syariah :
  1. Merupakan sertifikat yang berikan oleh penerbit kepada investor. Hal ini merupakan suatu bentuk klaim atas kewajiban finansial dan hak yang dipresentasikan.
  2. Mempresentasikan kepemilikan bersama atas aset untuk kepentingan investasi. Namun, tidak mempresentasikan pemberian utang oleh investor kepada pihak penerbit,
  3. Dilandaskan akad-akad syariah. Intinya terbebas dari unsur riba,gharar (penipuan), dan maysir (perjudian).
  4.  Seorang investor bersama-sama berbagi keuntungan yang didapatkan. Selain itu juga berbagi kerugian sesuai dengan porsi kepemilikan.

Berdasarkan kontrak aset finansial di pasar sekunder, sukuk digolongkan menjadi dua kategori yaitu :

Sukuk Yang Dapat Diperdagangkan
  1. Ijarah, diterbitkan dimana satu pihak bertindak menjual atau menyewakan hak manfaat kepada pihak lain berdasarkan periode atau harga yang telah disepakati.
  2. Mudharabah, diterbitkan dimana satu pihak menyediakan modal, dan pihak lain menyediakan tenaga.
  3. Musyarakah. diterbitkan berdasarkan perjanjian kedua pihak untuk membangun proyek baru atau membiayai kegiatan usaha. Keuntungan dan kerugian pun akan ditanggung bersama.
BACA:  Kenapa Akses Permodalan Peternak Sulit?
Sukuk Yang Tidak Dapat Diperdagangkan
  1. Istishna’ atau Murabahah, diterbitkan dimana para pihak menyepakati jual-beli dalam rangka pembelian suatu barang. Karena Islam melarang perdagangan hutang, maka sertikat ini tidak bisa diperdagangkan
  2. Salam, obligasi syariah yang dibayarkan dimuka dan komoditi menjadi utang. Dana pun dalam bentuk sertifikat yang merepresentasikan utang.

Sukuk merupakan salah satu instrumen investasi yang memberikan peluang bagi investor muslim maupun non muslin. Sehingga, ia dapat dibangun untuk membangun perekonomian bangsa. Di Indonesia potensi pasar keuangan obligasi syariah tergolong cepat. Selain itu pemerintah juga telah mengesahkan RUU tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Dengan disahkannya UU SBN dapat dijadikan sebagai kesempatan bagi lembaga keuangan syariah dalam mengembangkan instrumen keuangan, terutama sukuk.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *