Term & Condition

SYARAT DAN KETENTUAN

Selamat datang di Bantuternak,syarat & ketentuan yang ditetapkan di bawah ini mengatur pemakaian jasa yang ditawarkan oleh PT. Bantu Ternak Indonesia terkait penggunaan aplikasi Bantuternak. Pengguna disarankan membaca dengan saksama karena dapat berdampak kepada hak dan kewajiban Pengguna di bawah hukum.

Dengan mendaftar dan/atau menggunakan aplikasi Bantuternak, maka pengguna dianggap telah membaca, mengerti, memahami dan menyetujui semua isi dalam Syarat & ketentuan. Syarat & ketentuan ini merupakan bentuk kesepakatan yang dituangkan dalam sebuah perjanjian yang sah antara Pengguna dengan PT. Bantu Tenak Indonesia. Jika pengguna tidak menyetujui salah satu, sebagian, atau seluruh isi Syarat & ketentuan, maka pengguna tidak diperkenankan menggunakan layanan di aplikasi Bantuternak
.

  1. Definisi

  1. PIHAK PERTAMA adalah PT Bantu Ternak Indonesia selaku penerima dan pengelola dana investasi.

  2. PIHAK KEDUA adalah investor selaku pemilik dana investasi.

  3. PIHAK KETIGA adalah kelompok ternak yang tergabung sebagai mitra peternak PIHAK PERTAMA dan sebagai pengelola dana di peternakan dalam proses penggemukan hewan ternak.

  4. Virtual money adalah saldo yang ada di aplikasi Bantuternak

  5. Force Majeur adalah kejadian atau keadaan yang terjadi diluar kuasa dari para pihak yang bersangkutan, dalam hal ini perusahaan dan pekerja/buruh seperti bencana alam, kebakaran, sabotase, perang, pencurian, pemberontakan, banjir, dan lainnya.

  1. Ruang Lingkup

  1. Pihak Pertama, Pihak Kedua, dan Pihak Ketiga setuju dan sepakat untuk mengadakan perjanjian kerja sama investasi dalam bidang peternakan.

  2. Perjanjian kerja sama ini dibuat dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya secara halal dan tidak melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku.

  3. Kesepakatan kerjasama antara Pihak Pertama dan Pihak Kedua adalah investasi yang dimiliki oleh Pihak Kedua dengan Pihak Pertama sebagai penyalur dana investasi dari  Pihak Kedua ke  Pihak Ketiga.

  4. Pihak Pertama bertindak selaku pengelola modal dalam hal pembelian pakan, pembelian bakal sapi, penjualan sapi, pembinaan dan pengawasan peternak, riset, dan penyaluran dana.

  5. Pihak Ketiga bertindak selaku pengelola modal dalam hal penggemukan dan pemeliharaan sapi.

  6. Pihak Kedua berhak melakukan pengawasan terhadap proses yang dijalankan oleh  Pihak Pertama dan Pihak Ketiga.

  7. Pihak Pertama dan Pihak Ketiga tidak boleh mengalihkan pengelolaan kepada pihak lain tanpa persetujuan Pihak Kedua.

  8. Pihak Pertama dan Pihak Ketiga diperbolehkan melimpahkan sebagian kerja pengelolaan kepada pihak lain dengan kesepakatan tertentu yang diatur dalam aturan tambahan diluar perjanjian ini.

  1. Nilai Investasi

  1. Pihak Pertama selaku  PENERIMA DANA INVESTASI  sepakat bertanggung jawab terhadap dana yang diserahkan Pihak Kedua  selaku INVESTOR sebesar nominal investasi pengguna

  2. Keuntungan adalah selisih antara hasil penjualan dengan harga beli bakalan dan biaya operasional.

  3. Pembagian keuntungan Pihak Kedua dari penjualan sapi adalah 30% dan peternak 50%, dan 20% untuk Bantuternak.Pembagian keuntungan investor sesuai porsi terhadap keseluruhan nilai investasi.

  1. Jangka Waktu

  1. Kerjasama antara Pihak Pertama dan Pihak Kedua dilakukan dalam jangka waktu 4 bulan, terhitung sejak investasi diterima oleh sistem setelah memenuhi nilai yang ditentukan.

  2. Selama proyek dilaksanakan, Pihak Pertama memberikan laporan kepada Pihak Kedua dua minggu sekali setiap periode. Pihak Kedua dapat mengambil dana investasi pada hari ke Seratus sepuluh hingga hari ke seratus dua puluh setelah perjanjian ditandatangani.

  3. Di akhir periode penjualan Pihak Pertama akan memberikan dua opsi yaitu penarikan tunai dan investasi kembali pada Pihak Ketiga. Opsi di berikan selama 10 hari.

  4. Jika sudah melewati batas waktu tersebut Pihak Kedua tidak memberikan salah satu jawaban maka Pihak Kedua dianggap melakukan investasi kembali dan uang dapat di ambil di periode berikutnya.

  1. Berakhirnya Perjanjian

  1. Perjanjian ini berakhir pada saat investor menjual unitnya atau setelah minimal 4 bulan setelah investasi.

  2. Pihak Pertama dan Pihak Kedua tidak berhak mengakhiri perjanjian ini tanpa adanya pemberitahuan dan kesepakatan antara kedua belah pihak.

  3. Apabila Pihak Kedua memaksakan untuk menarik modalnya maka Pihak Pertama berhak meminta ganti rugi sesuai dengan tahapan usaha yang telah dilakukan.

  4. Setelah perjanjian berakhir, Pihak Pertama berkewajiban untuk mengembalikan dana investasi kepada Pihak Kedua dalam bentuk virtual money di dalam aplikasi. Pengembalian dana investasi paling lambat dilakukan 7 hari kerja setelah Pihak Kedua menjual unit miliknya.

  5. Setelah Pihak Pertama mengembalikan dana investasi melalui virtual money kepada Pihak Kedua sesuai dengan kesepakatan, maka perjanjian kerjasama ini dinyatakan selesai, dan masing-masing pihak tidak punya kewajiban serta tanggung jawab apapun.

  1. Force Majeure

  1. Apabila terjadi gangguan teknis atau bertepatan dengan hal diluar kemampuan, maka akan ada kesepakatan semua pihak.

  2. Apabila terjadi musibah pada salah satu pihak, maka pihak tersebut harus segera memberitahukan kepada pihak lainnya secara lisan maupun secara tertulis, selambat-lambatnya dalam waktu 3×24 jam sejak terjadinya
    Force Majeure
    .

  1. Ganti Rugi

  1. Apabila Pihak Pertama atau Pihak Ketiga melakukan kesalahan yang disengaja, terjadi kelalaian, dan pelanggaran dalam pengelolaan yang menimbulkan kerugian, maka Pihak Kedua berhak mendapatkan ganti rugi.

  2. Besaran ganti rugi ditentukan berdasarkan kesepakatan semua pihak di dalam perjanjian ini.

  3. Apabila terjadi kerugian pada saat penjualan, peternak akan mendapatkan dana kompensasi sebesar Rp250.000/1 unit sapi selama proyek yang sudah berjalan sebelumnya.

  4. Contoh kerugian yang terjadi diantaranya yaitu gagal jual atau penurunan harga pasar yang mengakibatkan kerugian.

  1. Ketentuan-ketentuan Lain

  1. Hal-hal yang tidak/belum cukup diatur dalam perjanjian ini, akan ditetapkan kemudian dalam kesepakatan addendum/tambahan dari pihak yang bersangkutan.

  2. Semua ketentuan tambahan, atau perubahan dalam akta perjanjian ini hanya dapat dianggap sah dan mengikat apabila dibuat secara tertulis dan ditandatangani oleh pihak yang bersangkutan.

  1. Penutup

  1. Setiap pihak sepakat untuk saling mempercayai dan bersikap jujur selama masa kerjasama dan berjalannya proyek.

  2. Apabila terjadi perselisihan mengenai kerjasama ini, setiap pihak sepakat dan setuju untuk menyelesaikan dengan cara musyawarah untuk mencapai mufakat.

  3. Apabila terjadi penyimpangan dari ketentuan-ketentuan dalam perjanjian kerjasama yang dilakukan oleh salah satu pihak yang disengaja, maka pihak lain yang merasa dirugikan berhak mengajukan musyawarah untuk mencapai mufakat.

  4. Apabila dalam penyelesaian masalah belum terjadi kata sepakat maka pihak yang bersangkutan akan membawa permasalahan tersebut melalui jalan lain seperti mediasi, negosiasi, konsiliasi, arbitrase (pilih salah satu).

Demikian surat perjanjian ini dibuat oleh kedua belah pihak dengan penuh kesadaran dan tanpa unsur paksaan.

Tanggal pembaharuan: 02/10/2018